Jual Bibit Tanaman Buah Unggul

Latest Post

Teknik Pembibitan Benih Sengon

Benih Sengon - Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit

Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
  • Kulit bersih berwarna cokelat tua
  • Ukuran benih maksimum
  • Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
  • Bentuk benih masih utuh

Kebutuhan Benih

Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :
  • Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang=100 m dan lebar=100 m)
  • Jarak tanam 3x2 meter
  • Satu lubang satu benih  sengon
  • Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
  • Daya tumbuh 60%
  • Tingkat kematian selama di persemaian 15%
Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2x1=1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3x2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram

jual bibit benih sengon majalengka

Perlakuan Benih

Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera  berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan, sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15-30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan
Pemilihan Lokasi Pesemaian
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :
  • Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5%
  • Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim (dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan)
  • Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandung tanah liat
  • Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan
Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun prsemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dan lain-lain. Selain itu, ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan

Tahap Pembibitan Pohon Meranti

Bibit pohon miranti - Pembibitan dilakukan untuk menjaga ketersediaan bibit meranti. Ini adalah upaya awal untuk tetap menjaga kelestarian hutan. Secara umum ada 2 proses pembibitan antara lain :

gambar pohon meranti

  1. Penyungkupan, dilakukan selama 3 bulan dengan menggunakan media tanam TOP SOIL (lapisan tanah bagian atas yang berwarna hitam, mengadung kualitas kesuburan amat baik) dan dimaukan ke dalam wadah di mana suhu dan kelembabannya selalu dijaga. Pada proses ini tanaman tidak perlu diberi pupuk karena tanaman tersebut masih mempunyai cadangan makanan yang cukup untuk pertumbuhannya. Hal yang perlu dilakukan adalah penyiraman secara rutin yakni 4 hari sekali, supaya media tidak terlalu basah dan terlalu kering
  2. Penyapihan, dilakukan dengan tujuan penyesuaian akan linkungan, di mana sinar matahari yang masuk diatur secara baik. Untuk mengatur kestabilan suhu dan sinar matahari yang masuk digunakan paranet
  •  Blok Penggarisan; kualitas sinar matahari yang masuk ke dalam area pembibitan diatur sedemikian rupa yaitu hanya 25%. Blok ini merupakan lanjutan dari penyungkupan
  • Blok Penyapihan; kualitas sinar matahari yang diperkenankan masuk ke area pembibitan hanya mencapai 50%. Blok ini merupakan lanjutan dari blok sebelumnya
  • Blok Siap tanam; kualitas sinar matahari yang masuk ke area pembibitan adalah 75% pada blok ini merupakan adaptasi/penyesuaian dengan alam sebenarnya. Artinya tanaman secara perlahan mulai mengalami situasi alam yang sesungguhnya

Adaptasi/Aklimitasi

Pada proses ini bibit mendapatkan perlakuan seperti di habitat aslinya. Dimana kualitasnya sinar matahari yang diterima adalah 75%. Hal ini dilakukan supaya bibit terbiasa menerima sinar matahari seperti di alam yang sebenarnya. Hal ini dimaksudkan agar ketika anakan meranti dipindahkan ke lokasi aslinya tidak merasa asing, karena sebelumnya sudah diperkenalkan. Anakan meranti yang telah dipindahkan ke area penanaman asli tetap diperhatikan selama 1 (satu tahun)

Media Tanam Pada Pembibitan

Media yang digunakan adalah bahan kompos. Pembuatan ini dilakukan secara alamiah yaitu berbahan daun hijau yang digiling, dicampur dengan kotoran sapi, dan kayu lapuk. Kemudian disimpan selama 2-4 bulan. Daun yang digunakan adalah daun polong dan daun hijau karena daun tersebut mengandung banyak air sehingga proses pelapukannya amat cepat

Pencampuran Bahan Media Tanam

Presentase campuran bahan media tanam adalah sebagai berikut : Kotoran Sapi 25%, Kayu Lapuk 25%, Daun Hijau 50%. Kemudian proses pelapukan dibantu oleh binatang (cacing, ulat, luwing) Adapun bibit yang digunakan adalah jenis kayu Meranti. Keunggulan kayu meranti antara lain adalah :
  1. Melestarikan pohon/hutan asli daerah Kalbar
  2. Suhu dan temperaturnya sesuai dengan jenis kayu Meranti
  3. Usia produksi lebih cepat
  4. Laku di pasaran

Penanaman

Sebelum dilaukan penanaman didahului persiapan lahan. Beberapa hal yang harus dipersiapkan adalah
  1. Pembuatan jalur bersih sekitar 3M dan jarak antar jalur 20Cm yang dibuat secara manual
  2. Pemasangan ajir (patok tanam). Jarak antar ajir tanam adalah 2,5M. Ajir terbuat dari kayu keras yang berdiameter 5-7Cm
  3. Pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30x30 cm.
  4. Pengisian lubang tanam dengan top soil yang diambil dari sekitar pohon induk. Pada tanaman meranti yang kurang subur akan diberikan mikoriza (mico=jamur dan riza = akar) yang berfungsi untuk menggemburkan tanah yang pada akhirnya menyuburkan tanah sehingga tanaman meranti dapat tumbuh lebih subur

5 Cara Persemaian Bibit Meranti

Persimaian pohon miranti - Persemaian dapat dilakukan dengan 5 cara antara lain :
  1. Stek Batang, adalah bagian dari batang kayu yaitu ranting yang masih muda. Pembibitan dengan menggunakan stek batang yang masih berusia muda karnea batang tersebut mempunyai kemampuan mengeluarkan tunas lebih baik dan unggul. Lama pembibitan setek batang hingga masa siap tanam adalah 1,4 tahun
  2. Semai Biji, Persemaian dengan menggunakan biji sangat ditentukan oleh musim. Hal ini mau menunjukkan bahwa persemaian menggunakan biji hanya bisa dilakukan pada musim buah. Artinya biji yang akan disemai diambil dari hutan dan dibudidayakan dengan suhu dibawah 30C dan kelembaban mencapai 90c. Berdasarkan peneliatian menunjukkan bahwa meranti baru dapat berbuah dalam kurun waktu tiga tahun sekali. Ini berarti persemaian menggunakan biji baru dapat dilakukan dalam kurun waktu cukup lama. Dalam persemaian biji dibutuhkan waktu selama 6-8 bulan untuk mencapai masa tanam
  3. Cabutan, cara pengadaan bibit hampir serupa dengan semai biji. Bibit diambil dari hutan, yang masih kecil dan dicabut. Selepas musim berbuah biji yang berhamburan bertunas secara alamiah dan menjadi bibit tanaman yang cukup potensial pad waktu mendatang. Cabutan itu baru dapat diambil bila sudah mencapai tinggi 18 cm. Tanaman tersebut diambil berikut dilakukan pemeliharaan secara lebih teliti. Lama pembitian sampai masa siap tanam membutuhkan waktu 1 Tahun
  4. Stek Pucuk, lama pembibitan sampai masa siap tanam adalah 1 tahun. Bibit diambil dari ujung pohon meranti yang berusia kurang dari 5 tahun. Kemudian ditanam dengan media serbuk gergaji dimasukkan ke dalam Green House. Prosesnya adalah serbuk gergaji direbus untuk menghilangkan getahnya selanjutnya dijemur dan dimasukkan ke dalam wadah penanaman. Tanaman yang pucuknya diambil dan dijadikan stek pucuk dibudidayakan sendiri bukan diambil dari hutan. Untuk mengurangi penguapan beberapa daun stek pucuk harus dipotong. Hal ini juga untuk menjaga kestabilan kelembaban. Perlakuan khusus terhadap stek pucuk adalah pengkabutan setiap hari supaya kelembaban di dalam Green House terjaga dan penyiraman empat hari sekali. Stek pucuk dapat dipindahkan ke lapangan ketika berusia 1,5 tahun. Berdasarkan data yang tercatat pembibitan dengan menggunakan stek pucuk menempati urutan pertama
  5. Stam, Lama pembibitan 1,4 tahun. Stam dilakukan untuk mencari bibit unggul. Pembibitan stam dilakukan dengan cara penyambungan terhadap meranti sejenis yang memiliki kualitas unggul. Stam mulai bertunas pada usia 1 bulan. Cara pembibitan ini merupakan metode terapan untuk menjaga ketersediaan bibit meranti

ilustrasi stek batang pucuk

Pringsewu: Produsen Penyedia Bibit Kayu Dan Hortikultura

Produsen bibit kayu hortikultura :: Betapa menariknya bisnis pembibitan kayu ini. Sehingga tak hanya person yang tergerak untuk terjun di dalamnya. Bukan hanya perusahaan yang bergelut dalam sektor ini. Bahkan ada kabupaten yang ingin mengonsentrasikan diri untuk menjadi produsen penyediaan bibit kayu dan hotrikultura. Kabutpaten itu adalah Pringsewu, Lampung. Informasi ini dikutip dari situs lampungpost.com

Sektor perkebunan di Pringsewu masih digenjot meskipun tidak lagi memungkinkan untuk pertambahan luas lahan pertanian. Salah satunya dengan menjadikan pusat pembibitan beragam jenis tanman dan kayu-kayuan. Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Pringsewu Tabrani bertekad agar petani di Pringsewu bisa terus mengembangkan usaha pembibitan sehingga menjadi daerah tujuan untuk pembibitan.

salah satu lokasi perkebunan bibit hortikultura di pringsewu
Rencana menciptakan Pringsewu menjadi kabupaten pusat pembibitan dapat terwujud karena sudah ada beberapa warga yang mengusahakan pembibitan, seperti Sarnyoto yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Menurut Tabrani, pemasaran bibit pohon kayu dan holtikultura tidak akan sulit karena telah memiliki sertifikat dan kualitas teruji.

Selama ini untuk mendapatkan bibit kayu-kayuan masih sulit karena antara kebutuhan dan penyediaan bibit belum berimbang. Terlebih lagi dengan banyaknya kerusakan hutan sehingga kebutuhan bibit kayu-kayuan terus meningkat. Dengan menciptakan Pringsewu menjadi kabupaten produsen penyediaan bibit pohon kayu dan hortikultura, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar dan sektor perkebunan bisa memberikan sumbangan kepada daerah. Sebab, apabila dipaksankan untuk memperluas lahan perkebunan dipastikan sudah tidak ada lagi lahan kosong, ujar Tabrani.

Pemeliharaan Durian Bibit Sambungan

Bibit durian sambungan diperlihara di bawah sungkup plastik dan naungan 50% sampai 60%. Untuk mempertahankan kelembaban, segera setelah penyambungan dilakukan. Pembuatan sungkup itu sendiri terdiri dari bahan-bahan sederhana berupa bambu untuk kerangka yang ditancapkan ke dalam tanah. Pasang lembaran plastik dengan ketebalan 0,008 sampai 0,010 mm, yang harus menutupi seluruh rangka, dengan menggabungkan lembaran plastik yang dikuatkan dengan klip. Selanjutnya lembaran plastik yang telah digabungkan tersebut, ditarik untuk menutupi sungkup, dan diakhiri dengan memasukkan ujung plastik tersebut ke dalam tanah.


sungkup durian bambu
sungkup dari bambu

Tanah alas penempatan bibit durian sambungan ditaburi kapur tembok sebagai tindakan menetralisir pH tanah dan pencegahan penyakit cendawan. Beberapa langkah kerja pemeliharaan bibit durian sambungan adalah :
  1. Penyemprotan fungsida pada bibit durian sambungan yang telah memenuhi sungkup, kemudian ditutup rapat
  2. Pengamatan pertama terhadap kemungkinan serangan jamur dilakukan pada hari ketiga, dan jika ditemukan gejala serangan, maka ulangi penyemprotan fungisida pada pagi atau sore hari, saat mana tidak ada perbedaan suhu dan kelembaban didalam dan diluar sungkup
  3. Penyemprotan dilakukan dengan menyingkap sebagai sungkup, masukkan nozel sprayer dan semprot seluruh pembibitan. Ulangi pengamatan (pengamatan kedua), empat hari kemudian. Semprot seluruh persemaian jika ditemukan adanya gejala-gejala serangan jamur. Pengamatan gejala serangan penyakit dan penyemprotan fungisida dilakukan berulang kali dengan interval empat hari, sampai bibit sambungan mencapai umur 14 hari, sebagai batas fase kritis serangan penyakit jamur yang dapat menyerang bibit durian smbungan tersebut. Namun demikian, sebagai tindakan pengamanan, pengamatan dan penyemprotan fugisida hendaknya dilakukan sampai bibit berumur satu bulan dalam sungkup
  4. Penempatan bibit durian sambungan dalam sungkup berlangsung selama satu bulan, dan pada akhirnya sungkup dibuka. Selama bibit durian sambungan dalam sungkup, tidak dilakukan penyiraman karena kelembaban cukup tinggi dan penyiraman dapat memicu serangan penyakit, terutama jamur

Kegiatan Lanjutan

Kegiatan lanjutan dimaksudkan dengan seluruh kegiatan berikutnya setelah sungkup dibuka sampai bibit durian sambungan ditanam atau disalurkan kepada konsumen. Penyiraman benih (baca bibit) seperlunya saja, dan jika dilakukan pada sore hari, maka harus kering sebelum matahari terbenam untuk menghindari serangan penyakit jamur. Kegiatan lanjutan lainnya adalah sebagai berikut :
  1. Seleksi benih dengan memisahkan bibit sambungan jadi dengan sambungan yang gagal atau mati
  2. Penyiangan dengan mencabut gulma yang tumbuh pada kantong plastik
  3. Pemindahan bibit durian sambungan ke kantong plstik yang berukuran lebih besar (misalnya 20x25cm;20x30cm); menggunakan media tanah campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 :1; dan dicampur pula dengan furadan, kapur pertanian, dan pupuk SP-36 seperlunya
Kegiatan pemeliharaan lanjutan ini agar dijadwalkan dengan cermat, terutama bagi penangkaran benih dalam jumlah banyak. Lebih lanjut, penempatan bibit durian sambungan ditata pada bedengan dengan ukuran 8 tanaman dan panjangnya sesuai kebutuhan dan lahan yang tersedia. Pasang ajir bambu setinggi 80 cm sebagai tempat mengikatkan bibit agar tidak rebah atau melengkung. Pada fase ini juga ikatan sambungan dilepas. Silahkan baca juga :
Pemupukan bibit durian sambungan pada kantong plastik besar (stelah penggantian kantong plastik pada saat masih dalam sungkup), dilakukan setelah bibit berumur 2 bulan, menggunakan pupk ZA yang dilarutkan dalam air (dosis 2 gram/liter air), diselingi dengan pupuk NPK dengan takaran yang sama, disesuaikan dengan tingkat kesuburan pertumbuhan bibit. Kegiatan berkala lainnya adalah penyiraman tanaman, penyemprotan fungisida, serta penjarangan naungan secara bertahap, sampai akhirnya bibit siap ditanam di lapangan atau disarlurkan kepada pengguna lainnya

Kesimpulan

Dari uraian dan pembahasan yang dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
  • Perbanyakan bibit durian dengan metode sambung pucuk yang dimodifikasi (dilakukan lebih awal), merupakan cara unggul dalam perbanyakan bibit durian
  • Faktor pendukung keunggulannya adalah karena dapat dilakukan lebih awal, tingkat keberhasilannya tinggi, sederhana dan bersifat massal

Teknik Pembibitan Durian Part III

Teknik pembibitan durian III - Pembibitan batang bawah sebaiknya dilakukan pada saat musim buah Durian, karena biji tanaman ini tidak mempunya masa dorman dan bersifat rekalsitran (tidak tahan kering), sehingga harus segera disemaikan dalam bentuk pendederan biji. Urutan kerja dalam mempersiapkan persemaian dan pendederan biji tersebut adalah :
  • Siapkan biji/benih yang berasal dari Durian matang, selanjutnya diseleksi dengan memilih biji yang ukurannya sedang. Bersihkan dari sisa-sisa daging buah yang masih melekat pada biji. Hindarkan dari terpaan sinar matahari langsung
  • Buat bedengan persemaian/pendederan. Semai biji yang tersedia dengan membenamkannya ke dalam tanah pada posisi pusar (hilum) menghadap ke bawah. Tekan dan tutup dengan tanah atau mulsa
  • Beri perlakuan fungsida untuk menghindari serangan jamur dan perlakuan intekstisida butiran untuk mencegah serangan serangga, misalnya semut
  • Buat naungan kolekstif untuk bedengan pendederan benih selama satu bulan
Setelah bibit berumur sekitar satu bulan, dengan kotiledon (kepiting biji) yang berfungsi sebagai persediaan makanan yang telah lepas, selanjutnya diseleksi, dan akar yang terlalu panjang dipotong., disesuaikan dengan ukuran kantong plastik yang digunakan. Langkah berikutnya, bibit dipindahkan ke kantong plastik (polibag) ukuran 18x12 cm, yang berisi media tumbuh tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, atau menggunakan tanah lapisan olah tanpa pupuk kandang. Dengan menggunakan kantong plastik ukuran kecil seperti dikemukakan di atas, maka akan lebih banyak bibit yang dapat dipelihara dalam satuan luasan tertentu
Selanjutnya kantong plastik ditaruh pada tempat yang terlindung atau naungan lebih kurang 60%. Pemeliharaan pada kantong plastik tersebut berlangsung kira-kira satu bulan, sehingga setelah bibit berumur dua bulan sambungan pucuk sudah dapat dilakukan

Tunas Sambung

Tunas sambung berupak pucuk, hendaknya diperoleh dari cabang yang dorman (istirahat) dari pohon induk terpilih, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Tetapkan pohon induk durian sebagai sumber mata tunas.  Untuk tujuan komersial, pohon induk harus telah terdaftar pada BPSB TPH setempat. Pohon induk sebaiknya dipangkas kira-kira empat bulan sebelum pengambilan entris agar diperoleh mata tunas sambungan dalam jumlah banyak dan bermut
  2. Pilih tunas pucuk dari ranting yang tegak sampai miring 45 derajat dan tangkai pucuk bernas sepanjng 12 cm. Tangkai daun segera dipotong, dengan menyisakan tiga helai daun (satu pasang ditambah satu daun pada bagian ujung). Daun-daun tersebut selanjutnya dipotong dengan menyisakan masing-masing seperti bagian helai daun
  3. Jika menggunakan pucuk yang tidak dorman, maka pilih ranting yang lebih panjang, karena bagian pucuk yang tidak dorman harus dipotong, selanjutnya beri perlakuan yang sama pada ranting yang dorman tersebut diatas
  4. Ranting Tunas Sambung dapat disimpan maksimal 4-5 jam, dengan penyimpanan yang baik menggunakan pisang atau dikemas dalam kardus yang dilapisi kertas koran basah

Kegiatan Penyambungan

Langkah awal dari kegiatan ini adalah mempersiapkan alat dan bahan-bahan yang diperlukan, diantaranya pisau Cutter berukuran lebar 1 cm atau pisau silet Goal. Selanjutnya, sediakan plastik pengikat berupa plastik kemasan gula pasir, atau plastik kemasan es lilin, dengan ketebalan 0,003 mm, diiris dengan ukuran lebar 1 cm, panjang sesuai kebutuhan. Dianjurkan menyediakan tempat meletakkan atau menancapkan pisau selama bekerja, berupa gedebok pisang 

teknik pemotongan tunas dan penyambungan durian

Kegiatan penyambungan diawali dengan memotong semaian batang bawah bekas atau di bawah kotiledon, buat celah dan masukkan tunas sambung yang telah diruncing (bentuk V), dan selanjutnya diikat dengan lembaran plastik pengikat yang telah disiapkan. Upayakan tidak ada celah antara tunas sambung dengan batang bawah untuk mencegah masuknya air dan penyakit pada bekas perlukaan tersebut, yang dapat menggagalkan pertautan antara tunsa sambung dengan batang bawah.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi lingkungan. Dianjurkan agar kegiatan penyambungan dilakukan di bawah naungan 50 sampai 60%. Dengan ketinggian sebatas orang bisa berjalan yang diperlukan oleh pelaksana. Proses kegiatan sambung pucuk (dengan metode sambung celah) untuk satu unit sungkup pemeliharaan harus selesai dalam satu hari

Teknik Pembibitan Durian Part II

Cara pembibitan durian II - dapat dilakukan dengan menggunakan sumber materi generatif dan vegetatif. Kedua sumber perbanyakan ini mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dieprlukan perpaduan antara dua sumber materi perbanyakan yang mempunyai masing-masing kelebihan yang dapat saling melengkapi. Sebaiknya anda juga telah membaca juga teknik pembibit durian I

Sumber Materi Perbanyakan

1.) Sumber Generatif

Sumber generatif tanaman durian yang dapat dijadikan sebagai sumber perbanyakan adalah biji. Biji durian berasal dari buah masak dapat disemai dan tumbuh menjadi bahan batang bawah bibit durian unggul. Persyaratan biji durian yang dapat dijadikan sebagai bibit adalah :
  1. Berasal dari tanaman yang sehat
  2. Tanaman mempunyai perakaran yang kuat
  3. Tanaman mempunyai ketahanan terhadap penyakit tanah 
  4. Mempunyai ketahanan terhadap cekaman lingkungan
2) Sumber Vegetatif 

Sumber vegetatif tanaman merupakan bahan perbanyakan berasal dari bagian tanaman yang dapat dijadikan sebagai bibit ungul. Pemilihan bahan vegetatif tanaman durian yang perlu diperhatikan adalah keunggulan dari tanaman yang akan dibuat sebagai bibit. Beberapa keunggulan yang harus diperhatikan adalah :
  1. Rasa
  2. Warna
  3. Aroma
  4. Umur Berbuah
  5. Tingkat Produksi 
  6. Ketahanan terhadap penyakit
3). Teknik Penggabungan

Bibit unggul durian dapat diperoleh melalui penggabungan dua sumber bahan perbanyakan, yaitu batang bawah (sumber materi generatif) dan batang atas (sumber materi vegetatif). Proses penggabungan dapat melalui sambung (grafting) atau tempel mata tunas (okulasi)

teknik pembibitan generatif

Sambung Grafting

Metode sambung pada pembibitan durian dapat menggunakan cara sambung samping dan sambung pucuk. kedua metode tersebut mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan sebagai berikut :

 No. Uraian  Metode sambung pucuk  Metode sambung samping
 1 Batang bawah  Muda (< 3 bulan)  Tua (> 3 bulan)
 2. Keberhasilan  Tinggi (> 75%)  Sedang (50%-75%)
 3. Tingkat kerumitan  Lebih mudah  Mudah
 4. Sarana  Lebih banyak  Kurang
 5. Pemeliharaan  Lebih mudah  Mudah
 6. Penampilan  Lebih mantap  Mantap

Tempel (Okulasi)

Penggabungan dua bahan perbanayakan tanaman durian melalui metode tempel mata tunas dapat dilakukan pada batang bawah durian yang telah berumur lebih dari 6 bulan dengan ukuran batang batang sebesar pensil. Metode ini sangat umum dilakukan oleh pengusaha bibit durian, karena selain kualitas bibit lebih baik, sumber entres (bahan vegetatif) yang digunakan lebih sedikit. Proses perbanyakan bibit melalui tempel lebih mudah dilakukan, walaupun demikian keberhasilan metode ini tetap harus ditunjang oleh keterampilan dan kompatibilitas bahan yang diperlukan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jual Bibit Tanaman Buah Unggul - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger